semacam teka-teki yang terus melingkupi dan mengungkung kita.
hari ini, esok, kemarin…
aku tertidur di halaman rumahmu. angin dini hari mengusap-usap dahiku yang mulai dingin. daunan berhamburan menyeruakkan aroma lengang yang kau tanam dalam jauh di pintu rumahmu. aku terusir sebelum mengetuk pintu. menunggui matamu lelah terpejam dan menyeret langkah ke pintu, aku terlalu penat. kantuk menyergapku, dan halaman rumah ini sekedar sekat ruang buatku.
…..